Dwi Jatmiko

Transmisi adalah komponen mesin yang
berfungsi untuk merubah kecepatan dan tenaga putar dari mesin ke roda ,
sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan . Seperti telah kita
ketahui bahwa transmisi terdiri atas beberapa tingkat kecepatan, salah satunya
adalah sepeda motor atau mobil dengan 4 kecepatan . Bahkan ada juga yang lebih
dari 4 kecepatan , bahkan ada yang 5 sampai 6 kecepatan. Tujuan perubahan
tingkat kecepatan ini adalah untuk menghasilkan tenaga dan untuk merubah laju
kecepatan kendaraan. Seperti telah Anda ketahui bahwa dalam pengendaraan mobil
dan sepeda motor setiap tingkat kecepatan memiliki fungsi yang berbeda dalam
pengendaraannya . Untuk start awal kita selalu menggunakan percepatan 1 atau
gigi 1 , lalu kita rubah kecepatannya secara bertahap sesuai dengan situasi dan
kebutuhan dalam pengendaraan .
Kecepatan tinggi
Prinsip kecepatan tinggi atau menaikkan kecepatan adalah gigi besar memutarkan
gigi kecil . Lihat gambar ! Pada gambar gigi yang besar memiliki 60 mata gigi
dan gigi yang kecil memiliki 30 mata gigi . Gigi yang besar di sini memegang
peranan sebagai pemutar dan gigi yang kecil sebagai gigi yang diputar . Jika
gigi yang besar berputar 600 kali , maka gigi yang kecil akan berputar 1200
kali .Jelaslah telah terjadi penaikkan kecepatan dari 600 kali menjadi 1200
kali . Cara menghitungnya ;
Putaran yang dihasilkan = ( putaran gigi pemutar x jumlah mata gigi pemutar ) :
jumlah gigi mata gigi diputar
= ( 600 x 60 ) : 30
= 36000 : 30
= 1200

Kecepatan lambat
Prinsip kerja kecepatan lambat adalah gigi kecil memutar gigi yang besar .
Lihat gambar ! Pada gambar gigi yang kecil memiliki jumlah gigi sebanyak 20
mata , sementara gigi yang besar memiliki jumlah mata gigi sebanyak 80 mata
gigi . Gigi kecil memegang peranan sebagai pemutar dan gigi yang besar sebagai
gigi yang diputar . Jika gigi yang kecil berputar 100 kali , maka gigi yang
besar akan berputar 25 kali . Jelaslah telah terjadi penurunan kecepatan
putaran dari 100 kali menjadi 25 kali .Cara menghitungnya :
Putaran yang dihasilkan = ( putaran gigi pemutar x jumlah mata gigi pemutar ) :
jumlah gigi mata gigi diputar
= ( 100 x 20 ) : 80
= 2000 : 80
= 25

Kenapa putaran lambat menghasilkan tenaga yang besar ?
Perhatikan hasil perhitungan pada putaran lambat ! Putaran awal adalah 100 dan
putaran hasil adalah 25 . Atau bisa kita sederhanakan menjadi 4: 1 . Ketahuilah
bahwa putaran mesin ini yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan . Sementara
beban yang akan diangkat adalah berat dari penumpang dan berat dari mobil /
sepeda motor tersebut . Pada contoh kecepatan lambat di atas adalah dibutuhkan
4 kali untuk mengakat 1 kali beban dari kendaraan tersebut . Atau kita bisa
ilustrasikan bahwa beban itu dicicil selama 4 kali untuk 1 kali angkatan beban
. Sementara pada contoh kecepatan tinggi 60 kali putaran awal dan putaran
hasilnya 1200 . Atau bisa kita sederhanakan 1 : 2 . Pada kecepatan tinggi dibutuhkan
1 kali untuk 2 kali angkatan beban . Kalau kita ilustrasikan ; untuk mengangkat
1 karung beras kita membutuhkan 4 kali bolak - balik untuk mengangkatnya secara
dicicil sedikit - sedikit , sehingga kita tidak terlalu capai mengangkatnya .
Namun kerja kita menjadi lambat , tapi kita tidak kepayahan dalam
mengerjakannya , karena yang diangkat tidaklah berat . Sementara pada kecepatan
tinggi , kita mengangkat 2 karung beras itu dalam waktu 1 kali bolak - balik
untuk mengakatnya . Memang pekerjaan menjadi lebih cepat , tapi tenaga yang
kita keluarkan sangat besar , sehingga kita mudah kepayahan atau kelelahan .
Pada mobil atau sepeda motor gigi pemutar dihubungkan dengan as masuk transmisi
/ input shaft transmisi , jadi gigi yang pemutar mendapatkan tenaga putar dari
mesin . Sementara gigi yang diputar mendapat hubungan dengan output atau as
keluaran dari transmisi .
MACAM-MACAM
TRANSMISI MANUAL
Dibedakan menjadi 3 yaitu :
Transmisi Tipe Sliding Mesh.
Aliran tenaga
transmisi roda gigi geser
Transmisi Tipe Sliding Mesh adalah jenis transmisi manual yang cara
kerja dalam pemindahan gigi dengan cara menggeser langsung roda gigi input dan
out putnya. Transmsi jenis ini jarang digunakan, karena mempunyai
kekurangan–kekurangan :
- Perpindahan
gigi tidak dapat dilakukan secara langsung/memerlukan waktu beberapa saat
untuk melakukan perpindahan gigi.
- Hanya
dapat menggunakan salah satu jenis roda gigi.
- Suara
yang kasar saat terjadi perpindahan gigi.
Transmisi
Tipe Constant Mesh.
Transmisi tipe constant mesh adalah jenis transmisi manual
yang cara kerja dalam pemindahan giginya memerlukan bantuan kopling geser agar
terjadi perpindahan tenaga dari poros input ke poros out put. Transmisi jenis
constant mesh antara roda gigi input dan out put nya selalu berkaitan, tetapi
roda gigi out put tidak satu poros dengan poros out put transmisi. Tenaga akan
diteruskan ke poros out put melalui mekanisme kopling geser. Transmisi jenis
ini memungkinkan untuk menggunakan roda gigi lebih dari satu jenis.
Aliran tenaga transmisi roda gigi tetap
Transmisi
Tipe Sincromesh.
Transmisi jenis sincromesh dapat menyamakan putaran antara roda gigi
penggerak (in put)dan roda gigi yang digerakkan (out put). Kelebihan
yang dimiliki transmisi jenis sincromeshyaitu :
- Pemindahan
gigi dapat dilakukan secara langsung tanpa nenunggu waktu yang lama.
- Suara
saat terjadi perpindahan gigi halus.
- Memungkinkan
menggunakan berbagai jenis roda gigi
Mengenal Sincromesh.
Sincromesh berarti menyinkronkan atau
menyamakan. Sincromeh terdiri dari berbagai komponen yang menjadi
satu (unit) yang dapat menyamakan putaran antara roda gigi input dan out put
pada transmisi.
Mekanisme sincromesh (hub assy) berfungsi untuk menghubungkan dan
memindahkan putaran input shaft ke output shaft melalui counter gear dan gigi
percepatan. Mekanisme sincromesh terdiri dari lima bagian, di antaranya adalah
:

- Clutch
hub, berhubungan dengan output shaft melalui splin (alur),
sehingga apabilaclutch hub berputar maka output shaft juga ikut
berputar.
-
- Hub
sleeve, dapat bergerak maju mundur pada alur bagian luar clutch hub,
sedangkanhub sleeve berkaitan dengan garpu pemindah (shift
fork). Hub sleeve berfungsi untuk menghubungkan clutch
hub dengan gigi percepatan melalui synchronizering dan gigi
konis yang terpasang pada tiap-tiap gigi sikap.
-
- Sincromeh ,
terpasang pada bagian samping clutch hub yang berfungsi untuk
menyamakan putaran gigi percepatan dan hub sleeve dengan jalan
mengadakan pengereman terhadap gigi percepatan saat hub
sleeve digeserkan (dihubungkan) oleh garpu pemindah pada salah satu
sikap.
-
- Shifting
key, dipasang pada tiga buah tempat yang terdapat
pada sincromesh danclutch hub, seperti terlihat pada
gambar. Fungsi shifting key untuk meneruskan gaya tekan
dari hub sleeve selanjutnya ditekan ke sincromesh agar
terjadi pengereman pada bagian tirus gigi percepatan
(dudukan sincromesh).
-
- Key
spring, berfungsi untuk mengunci dan menekan shifting
key agar tetap tertekan kearah hub sleeve.
Cara
Kerja Sincromesh :
Posisi
Netral.
Saat posisi netral mekanisme sincromesh tidak berhubungan
dengan salah satu gigi tingkat, sehingga tidak terjadi perpindahan tenaga dari
gigi tingkat ke mekanismesincromesh yang berati poros out
put tidak berputar (bebas).
Posisi Pengereman.
Jika hub slevee digeser kearah roda gigi tingkat maka akan terjadi pengereman,
sehingga kecepatan roda gigi tingkat berangsur – angsur menurun dan setelah
sesuai (sinkron) maka akan segera terhubung antara roda gigi tingkat dengan
mekanisme sinkromesh .
Posisi
Pengereman
Jika hub slevee digeser
kearah roda gigi
tingkat maka akan terjadi pengereman, sehingga kecepatan roda gigi tingkat
berangsur – angsur menurun dan setelah sesuai (sinkron) maka akan segera
terhubung antara roda gigi tingkat dengan mekanisme sinkromesh.
posisi
menghubung
Pada akhir langkah pengereman akan terjadi hubungan antara gigi tingkat dengan
mekanisme sincromesh. Pada saat ini tenaga dari gigi tingkat dapat
dihubungkan ke poros out put transmisi melalui mekanisme sincromesh.
Fungsi general komponen-komponen
transmisi pada kendaraan mobil
Secara singkat fungsi transmisi
yaitu…
- memilih dan mengatur momen mesin terhadap roda
pada setiap kondisi jalan yang dilalui kendaraan supaya sesuai sehingga
laju kendaraan bisa efektif dan optimal
- menentukan kecepatan maksimum kendaraan pada rangkaian
mesin terhadap roda
- menentukan arah laju kendaraan (maju dan mundur)
Berikut ini adalah komponen-komponen
dasar transmisi :
Input shaft
berungsi untuk meneruskan tenaga mekanis dari disc plate
menuju unit transmisi
- Output shaft berungsi
untuk meneruskan tenaga mekanis dari perbandingan putaran ke propeller
shaft yang dihasilkan dari kombinasi counter gear dan roda gigi pada
unit transmisi
-
- Gigi-gigi percepatan terdapat
pada output shaft yang dapat berputar bebas terhadap putaran output shaft.
Fungsi dari roda gigi ini adalah untuk menentukan gear ratio yang
terjadi pada trasmisi dan akan merubah kecepatan atau moment
yang keluar dari transmisi
-
- Counter gear dan
shaft berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanis dari
input shaft ke gigi percepatan
-
- Reverse gear dan
shaft berfungsi untuk merubah arah rotasi tenaga mekanis output
shaft sehingga berlawanan dengan putaran input shaft agar kendaraan
berjalan mundur
-
- Mekanisme synchromesh berfungsi untuk menghubungakan dan memindahkan moment
dari input shaft ke output shaft melalui counter gear gigi percepatan
mengadakan penyesuaian putaran oleh synchromesh ring dengan cara
mengadakan pengereman pada gear percepatan dan brake angle sehingga
memudahkan perkaitan antara synchromesh gear dengan dog teeth oleh
clutch hub sleeve pada unit sychromesh.....